Kondisi kemacetan lalu lintas di kawasan Jalan Sukarno Hatta (Suhat) Kota Malang. (Foto: Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Kondisi kemacetan lalu lintas di kawasan Jalan Sukarno Hatta (Suhat) Kota Malang. (Foto: Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Persoalan macet seakan menjadi momok tak berkesudahan di Kota Malang saat ini. Keluhan-keluhan dari pengguna jalan akan menumpuknya kendaraan itu telah menjadi rutinitas sehari-hari.

Hal inilah rupanya yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Salah satu kawasan yang setiap hari dikeluhkan, yakni di Jalan Sukarno Hatta (Suhat).

Kawasan Suhat ini memang sudah jadi langganan macet. Solusi-solusi untuk mengrai kemacetan sebetulnya juga telah dilakukan. Misalnya, rekayasa lalu lintas dengan pemberlakuan jalan satu arah, dan pengalihan arus.

"Kita lihat memang satu titik crowded -nya ini tetap, mulai dulu dari sekarang. Nanti ada beberapa alternatif yang akan diambil (untuk mengatasi kemacetan). Salah satunya seperti dulu yang dari arah MT Haryono biasanya lurus ke Mayjen Panjaitan itu dibelokkan ke kiri (rekayasa lalu lintas)," ujar Wali Kota Malang, Sutiaji belum lama ini.

Namun, hal itu dirasa memang belum mampu mengurai macet dengan maksimal. Karenanya, solusi untuk mengurai kemacetan ke depan Pemkot Malang bakal merencanakan pembangunan underpass di pertigaan jembatan jalan Suhat.

"Sambil kita mau mencoba, tapi alternatif ini masih jangka panjang dan baru wacana. Kita lihat nanti, memungkinkan atau tidak (pakai underpass). Karena di sini ada beberapa persimpangan itu," jelasnya.

Hanya saja, persoalan untuk apakah pembangunan underpass bisa dilakukan masih perlu kajian yang mendalam. Apalagi, area jalan juga berdekatan dengan kawasan kampus. Sehingga masih perlu dilakukan analisa lebih lanjut, karena ada kemungkinan-kemungkinan lain apabila underpass diterapkan di kawasan tersebut.

"Jadi wacana ini juga masih harus ada analisanya, seandainya pakai underpass di sini. Pertimbangan adanya wilayah kampus, di situ ada Universitas Brawijaya mesti mundur sedikit. Kemungkinan-kemungkinan itu masih harus dikaji lebih dalam lagi," tandasnya.

Sebelumnya, Pemkot Malang juga mengusulkan untuk memundurkan jadwal perkuliahan mahasiswa untuk salah satu solusi mengurai macet. Sehingga, yang semula jadwal perkuliahan di kampus dimulai pukul 07.00 dimundurkan menjadi pukul 09.00 WIB. Hal ini, dimungkinkan akan mengurangi tumpukan kendaraan di pagi hari dengan barengnya siswa sekolah maupun pekerja.