Tolil yang berhasil ditangkap polisi karena mengedarkan sabu. (ist)
Tolil yang berhasil ditangkap polisi karena mengedarkan sabu. (ist)

Memiliki pekerjaan sampingan merupakan hal yang sah saja. Namun jangan sampai salah memilih pekerjaan sampingan. Salah-salah pekerjaan tersebut bisa mengantarkan Anda harus berurusan dengan hukum.

Seperti itu juga yang dialami  SJ alias Tolil, warga Jalan Punten RT. 04 RW 06, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, yang juga tercatat beralamat di Jalan Buyut Bener RT 06 RW. 04, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Pasalnya, pria 37 yang berprofesi sebagai juru parkir tersebut nekat memilih kerja sampingan dengan menjadi "reseller" alias pengedar narkoba jenis methafetamine alias sabu-sabu.

Kapolsek Klojen Kompol Budi Harianto menjelaskan, Tolil ditangkap setalah aksinya bertransaksi dengan pelanggan terendus oleh petugas kepolisian Polsek Klojen.

Saat itu, ia tengah bertransaksi di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Informasi tersebut kemudian langsung ditindaklanjuti oleh petugas.

Saat sampai di kawasan SPBU Tlogomas, petugas mendapati seorang pria yang gerak-geriknya mencurigakan tengah menunggu seseorang. Petugas saat itu memastikan  pria tersebut merupakan Tolil yang tengah menunggu konsumen.

Dengan santai, Tolil duduk di atas motor tanpa menyadari dirinya telah diintai  petugas. Karena tak ingin buruannya kabur, petugas segera menangkap Tolil.

"Kemudian kami geledah di dalam jok sepeda motor milik pelaku. Terdapat dua kantong plastik klip kecil yang berisi sabu-sabu," ungkap kapolsek.

Tolil menyembunyikan sabu tersebut dalam sebuah bungkus rokok. Sehingga dengan cara tersebut, orang yang melintas tidak curiga jika ia bertransaksi sabu-sabu. 

Setelah dilakukan pengeledahan, petugas langsung membawanya untuk diperiksa lebih lanjut. "Dari tangan pelaku diamankan dua plastik klip yang berisi sabu-sabu seberat 0,85 gram, satu bungkus rokok, motor dan HP pelaku," kata kapolsek.

 Tolil terancam Pasal 112 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun penjara. "Saat ini kami masih terus melakukan pendalaman terhadap pelaku dari mana asal barangnya," pungkasnya.