Foto: Extinction Rebellion.
Foto: Extinction Rebellion.

Aktor Joaquin Phoenix memenangkan kategori Best Actor dalam Oscar 2020. Dalam pidatonya, pemeran film 'Joker' itu menyinggung soal kesetaraan gender, masalah rasial, dan eksploitasi manusia.

"Kita berbicara tentang perang melawan ketidakadilan," tegasnya.

"Kita berbicara tentang perang melawan kepercayaan bahwa satu bangsa, satu orang, satu ras, satu jenis kelamin atau satu spesies memiliki potensi untuk mendominasi, mengendalikan dan menggunakan dan mengeksploitasi yang lain," sambungnya.

Tak hanya vokal terhadap hal-hal kemanusiaan, Joaquin ternyata juga vokal terhadap isu lingkungan. 

Sebelum kemenangannya atas film Joker di ajang Oscar, Joaquin meluncurkan film pendek terkait iklim dan keadaan darurat ekologis berjudul "Guardians of Life".

Film yang dibuat bersama dengan Extinction Rebellion dan Amazon Watch ini bisa ditonton di bawah ini.

Selain Joaquin, terdapat berbagai bintang Hollywood yang terlibat dalam film tersebut, di antaranya Rosario Dawson, Matthew Modine, Qorianka Kilcher, Oona Chaplin, Adria Arjona, dan Albert Hammond Jr dari The Strokes.

Film pendek yang disutradarai oleh Shaun Monson ini berdurasi 2 menit, ber-setting di ruang darurat rumah sakit. Mereka terlihat melakukan sebuah operasi intens yang berujung pada kematian (bumi). 

Semuanya lantas meninggalkan ruangan. Namun, ada satu anggota medis yang memiliki harapan. Dengan harapan dan tindakannya, ia berhasil menghidupkan bumi kembali.

Film ini mengampanyekan persoalan iklim dan darurat ekologis dunia. Yakni sebagai Public Service Announcement (PSA) atau Iklan Layanan Masyarakat soal keadaan Amazon dan masyarakat adatnya. 

Sebuah peringatan bahwa manusia telah melakukan deforestasi dan menghilangkan keanekaragaman hayati di setiap sudut dunia. Sehingga mengakibatkan kebakaran hutan yang hebat, kekeringan, banjir, dan badai.

Keterlibatan Joaquin dalam film kampanye ini tidak mengejutkan. Mengingat, ia dikenal sebagai seorang aktivis hak-hak hewan dan seorang vegan. 

Pada Jumat (10/1/2020) lalu, Joaquin sempat ditangkap karena terlibat unjuk rasa memprotes perubahan iklim "Fire Drill" yang diinisiasi Jane Fonda di Washington DC, Amerika Serikat.

Mengomentari film pendek ini, Joaquin meminta setiap orang bertindak. Ia menyatakan, masih ada waktu untuk menyelamatkan dunia.  

"Ini adalah panggilan untuk bertindak. Saya melakukannya untuk meningkatkan kesadaran tentang dampak industri daging dan susu terhadap perubahan iklim. Faktanya, kita menebang dan membakar hutan hujan dan melihat efek negatif dari tindakan tersebut di seluruh dunia," katanya dikutip dari rilisan resminya.

"Orang tidak menyadari masih ada waktu, tetapi hanya jika kita bertindak sekarang dan melakukan perubahan besar pada konsumsi kita. Kita tidak bisa menunggu pemerintah menyelesaikan masalah ini. Kita tidak bisa menunggu sampai pemilihan untuk mencoba membuat perubahan ini. Kita memiliki tanggung jawab pribadi untuk membuat perubahan dalam kehidupan kita sendiri dan bertindak sekarang," tandasnya.