Wanita Ini tiap hari harus menempuh 30 KM untuk mengajar di Ranu Pane (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Wanita Ini tiap hari harus menempuh 30 KM untuk mengajar di Ranu Pane (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Ini kisah lain yang ditemukan media ini di kawasan Ranu Pane. Namanya Ermawati S.Pd. Setiap hari harus menempuh jarak 30 KM dari Senduro menuju Ranu Pane untuk bertemu dengan muridnya yang hanya berjumlah 6 orang.

Wanita berusia 38 tahun ini mengajar di Madrasah Ibtida'iyah (MI) Thoriqul Huda desa Ranu Pane, yang jaraknya sekitar 30 KM dari tempat tinggalnya di Senduro.

"Dalam seminggu saya mengajar disini 3 hari, 3 hari yang lain ada guru lainnya. Saya bergantian untuk mengajar disekolah ini. Dan muridny hanya 6 orang saja," kata Ermawati kepada media ini.

Menurut Ermawati, kehadirannya di Ranu Pane bukan sekedar untuk mengajar, namun lebih kepada kedekatan dengan anak didiknya di sekolah itu. Tidak jarang, sejak berangkat sampai ke Ranu Pane hujan deras disertai angin dan harus melintas digelapnya hutan TNBTS yang sangat lebat.

"Sering saya tidak pulang kalau sesudah mengajar kemudian hujan deras, saya harus pulang besoknya lagi. Begitu saya tidak pulang, kadang saya diajak berkebun oleh warga disini. Kami semua dekat seperti keluarga dengan orang tua anak-anak disini," kata Ermawati.

Ketika kunjungan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, siswa disekolah itu kemudian dipulangkan lebih awal. Dan terlihat seorang siswanya bergelayutan pada Ermawati, walau ditempat itu ada orang tuanya.

"Kalau di Ranu Pane hujan deras kadang kami dihubungi wali murid agar tidak ke Ranu Pane, karena disamping jaraknya jauh, muridnya kadang juga tidak masuk. Maklum masih kecil semua," ujar Ermawati.

MI Thoriqul Huda memang relatif masih baru. Baru dibuka pada bulan juli lalu. Namun TK Perwanida yang ada di Ranu Pane jumlahnya siswanya cukup banyak, sehingga tahun depan dipastikn muridnya akan bertambah.

"Mereka punya semangat yang luar biasa. Dulu saya pernah ada acara PPG di Bali, tiap hari anak-anak kirim pesan suara lewat WhatsApp, bertanya kapan pulangnya," ujar Ermawati, sambil memeluk salah seorang siswanya.