Didin saat keluar dari ruang isolasi setelah dinaytakan negatif covid-19 (Joko Pramono for Jatim Times)
Didin saat keluar dari ruang isolasi setelah dinaytakan negatif covid-19 (Joko Pramono for Jatim Times)

Pasien suspect corona (covid-19) asal Desa Sumberagung Kecamatan Rejotangan, Didin Suryandari (41) sudah diperbolehkan pulang. Pasalnya dari hasil uji laboratorium cairan tenggorokanya dinyatakan negatif.

“Penderita dengan dugaan covid-19, hari ini (Senin, 9/3/20) sudah confirm hasilnya negatif,” ujar Direktur RSUD dr. Iskak, Supriyanto.

Didin dirawat lantaran setelah pulang dari Hongkong pada 27 Februari lalu mengalami gejala mirip covid-19, seperti batuk dan flu. Didin dirawat sejak tanggal 6 Maret lalu di ruang isolasi RSUD dr. Iskak.

Dengan hasil laboratorium yang dinyatakan negatif, Didin dinyatakan bebas dari Covid-19. Dengan sembuhnya Didin ini, Supriyanto meminta agar masyarakat tak lagi panik dan takut akan covid-19.

“Masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan diri,” ujar Supriyanto lebih lanjut.

Untuk menjaga agar tenhindar dari covid-19, masyarakat hendaknya tetap menjaga kesehatan diri dengan mengonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna. Kemudian istirahat yang cukup dan menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan.

“Hindari mengusap wajah sebelum mencuci tangan,” kata pria yang akrab disapa dokter Pri itu.

Untuk mencuci tangan bisa dilakukan dengan air mengalir selama 60 detik dan cairan berbasis alkohol.

Terakhir dirinya berpesan jika ada orang yang dicurigai sebagai sucpect corona, maka bisa menghubungi nomer kegawatdaruratan yang dimiliki oleh RSUD dr. Iskak, 0355-320119 atau 119.

Sementara itu dari keterangan dokter spesialis paru, Muhammad Arfi mengatakan, dari diagnosa dan hasil laboratorium, Didin dinyatakan sakit Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

“Hanya sakit ringan, seperti influenza,” ujar Arfi.

Sementara itu Didin merasda senang diperbolehkan pulang setelah seminggu dirawat. Meski diakui selama dirawat di ruang isolasi dirinya tidak boleh dijenguk dan merasa kesepian. Untuk menghilangkan kesepian, Didin bermain HP.

“Kalau jenuh sih jenuh, paling cuma main HP,” ujar Didin.

Untungnya petugas di RSUD dr. Iskak ramah-ramah sehingga dirinya sedikit terhibur.

Meski demikian dirinya sempat merasa takut positif covid-19 setelah diajak majikanya ke China pada 23 Januari 2020 lalu. Setelah pukang dari Guangzhou, China dirinya mengalami flu lantaran alergi musim dingin.

“Saya sempat diperiksa sepulang dari China, dan hasilnya negatif,” terang Didin.

Didin melanjutkan, pada tanggal 27 Februari dirinya pulang ke Indonesia lantaran ayahnya meninggal. Lantaran kecapekan setelah perjalanan dari Hongkong, dirinya kembali terserang flu. Lantaran baru pulang dari negara terpapar covid-19, Didin dirawat di RSUD dr. Iskak.