Buah apel yang membusuk di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji.
Buah apel yang membusuk di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji.

Pemkot Batu memberikan solusi kepada para petani yang memiliki masalah busuk buah pada apel atau mata ayam. Yakni dengan memendam di dalam tanah agar tidak menjalar.

Karena itu, Pemkot Batu juga mengimbau kepada petani apel agar tidak membuang sembarang buah apel busuk itu. “Selama ini masih banyak petani, kalau buahnya busuk, langsung dibuang di pinggir perkebunan. Padahal itu akan memberikan dampak pada menyebarnya virus tersebut,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Batu Sugeng Pramono.

Pencegahan penularan busuk buah tidak bisa dilakukan di satu lahan saja. Tetapi harus serempak satu desa melakukan pembersihan. Fungsinya agar tidak menular.

Jadi,  para petani diminta menjaga kebersihan dengan tidak membuang buah yang terdampak mata ayam itu di sembarang tempat seperti sungai. Soalnya, hal itu akan berdampak pada penyebaran penyakit. 

Ke depan,  petani bisa melakukan solusi yang diberikan Pemkot Batu. Apalagi, sebelumnya Dinas Pertanian terlebih dahulu bekerja sama dengan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) untuk mengetahui penyebab dan pencegahannya.

“Harapan kami agar petani bisa menerapkan kebiasaan memendam apel yang busuk. Dan ini harus dilakukan seluruh petani yang ada di desa tersebut. Apalagi biasanya kan lahannya bersebelahan,” imbuh Sugeng, Jumat (13/3/2020).

Dia menambahkan. busuk buah atau mata ayam lantaran faktor cuaca, yakni musim hujan. Kemudian lalat buah itu sebagai perantara yang menyebabkan busuk buah.

“Usia pohon yang lebih dari 30 tahun juga menyebabkan buah apel terkena busuk buah. Sehingga jangan dilanjutkan lagi jika tidak ingin merugi,” ucapbSugeng. "Lebih baik melakukan penanam kembali," sambungnya.

Karena itu, Dinas Pertanian Kota Batu juga memberikan bantuan dengan bentuk pengendalian pestisida pertolongan pertama pada gawat darurat (PGPD). Juga agen hayati yang menjadi musuh jamur.