Salah satu warga saat dicek suhu tubuh oleh petugas di Balai Kota Among Tani beberapa saat lalu.
Salah satu warga saat dicek suhu tubuh oleh petugas di Balai Kota Among Tani beberapa saat lalu.

Tercatat ada 95 Orang Dengan Risiko (ODR) dan 10 warga Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di Kota Batu. Dari jumlah tersebut sudah dilakukan pengambilan swab atau sampel hingga Rabu (18/3/2020).

“Untuk 95 orang ini sudah dilakukan swab hanya saja masih menunggu hasilnya,” kata Wakil Ketua Satuan Tugas (satgas) Penanggulan Bencana Non Alam dan Penanganan Percepatan Covid-19 Kota Batu, Punjul Santoso.

Ia menjelaskan, mereka yang ODR dan ODP itu sebelumnya pernah melakukan kontak dengan ODP lainnya. Lalu juga melakukan perjalanan dari luar negeri. 

“Kita lakukan terus dengan tim satgas. Data itu dari Dinas Kesehatan Kota Batu, masalahnya ada satu orang ini gak mau di swab,” imbuhnya.

Hanya saja satu orang harus tetap dilakukan pengambilan swab, hal itu merupakan permintaan dari Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. Agar tidak meresahkan masyarakat Kota Batu. 

“Untuk saat ini semuanya ODR dan ODP telah ditangani sesuai denganprotokol. Karena itu pihaknya mengimbau masyarakat tidak perlu cemas dan tetap menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sesuai dengan SOP pencegahan Covid-19,” tutup pria yang juga Ketua PMI Kota Batu.

Sedang Satgas Penanggulangan Bencana Non Alam dan Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Batu terdiri dari Bidang Pendidikan, Perhubungan, Informasi dan Komunikasi, Pariwisata, Pemerintahan, Kesehatan dan Ekonomi.

Bagi warga yang menunjukkan gejala demam, batuk, sesak nafas, ada riwayat kunjungan ke negara atau kota dengan kasus positif Covid-19 agar menghubungi Public Service Centre (PSC) dengan nomor 0341 513437 / 085331740353/ ext 119. 

Nantinya petugas  kesehatan akan menjemput ke rumah masing-masing dengan menjaga kerahasiaan pasien. Penderita diharapkan memakai masker dan melakukan karantina mandiri (tidak keluar rumah) sampai petugas kesehatan datang.