Beberapa personel saat melakukan koordinasi pencarian pendaki hilang. (Foto: istimewa)
Beberapa personel saat melakukan koordinasi pencarian pendaki hilang. (Foto: istimewa)

Di tengah pandemi Covid-19 upaya pencarian pendaki yang hilang di area menuju Gunung Buthak Panderman Kota Batu yakni Jopi Prananta (23), warga Dusun Gangsiran, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu masih berlangsung, Selasa (14/4/2020). 

Penambahan personel pencarian pun dimaksimalkan oleh tim gabungan. Pencarian itu berlangsung pada Selasa dimulai pukul 08.30 WIB, tim 1 yang berjumlah 26 orang, terdiri dari LKDH dan Bakormas berangkat melalui Jalur Perinci. 

“Di waktu yang sama tim 2 yang berjumlah 34 orang yang terdiri dari Gimbal Alas, IPKA dan rekan survivor berangkat dari Jalur Perinci,” kata Pelaksana Tugas (plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Agung Sedayu.

Kemudian pada pukul 10.00 juga berangkat tim 3 yang berjumlah 17 orang yang terdiri dari 7 anggota Basarnas, 4 orang dan PMI dan 6 orang dari Garda Relawan dari Pos Pantau Panderman. Pada waktu yang sama, ada tim 4 jumlah 16 orang yang terdiri dari PPMR dan Potensi SAR juga berangkat melalui Pos Pantau Panderman.

“Untuk saat ini seluruh personel mengarah menuju ke Pos 3 (Dekat Kali Ampuh) untuk melakukan observasi dan penyisiran,” ucapnya. 

Seperti diberitakan, kronologi Jopi hilang pada Jumat (10/4/2020) pukul 08.00, rombongan sejumlah 17 orang melakukan pendakian dengan tujuan Gunung Buthak Panderman. Mereka memulai pendakian dari Coban Parangtejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Saat melakukan  pendakian sampai pada pos 1 dan pos 2, rombongan masih dalam keadaan lengkap. Namun setelah meninggalkan pos 2 menuju pos 3 sekitar pukul 19.00, terdengar teriakan dari salah satu anggota rombongan.

Orang itu minta tolong agar dibawakan tali tampar. Ia meminta tali tampar lantaran salah satu rombongan pendaki, Jopi, meloncat dengan berteriak layaknya orang kesurupan hingga ke lereng tebing. 

Seluruh rombongan ikut mengejar arah lari Jopi hingga ke bawah tebing. Sampai di sebuah aliran sungai, jejak kaki Jopi sudah tidak bisa ditemukan lagi.