Kondisii tanah longsor di Jalan Kelud Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. (Foto: istimewa)
Kondisii tanah longsor di Jalan Kelud Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. (Foto: istimewa)

Bencana tanah longsor hingga Selasa (14/4/2020) di Kota Batu tercatat sudah terjadi empat kalinya. Terbaru bencana tanah longsor itu terjadi di Jalan Kelud Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.

Pelaksana Tugas (plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Agung Sedayu mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tebing di tepi Jalan Kelud, Desa Tulungrejo, menyebabkan tanah longsor. Peristiwa itu, menyebabkan kerusakan badan jalan dengan panjang 7,5 meter, dengan lebar 3 meter, dan ketinggian 14 meter.

“Tebing di sana tidak mampu menahan resapan air hujan dan mengalami longsor,” ucapnya. 

Tim BPBD Kota Batu langsung mendatangi lokasi tanah longsor tersebut, lalu memberikan garis pembatas, karena lokasi yang membahayakan berada tepat dipinggi jalan. Sebab sewaktu-waktu bisa kembali terjadi longsor.

“Melihat kondisi yang cukup membahayakan karena berada di tepi jalan sehingga ke depan perlu segera dilakukan pembangunan plengsengan,” ungkap Agung.

Sebelumnya diberitakan, tiga kejadian tanah longsor lainnya terjadi pada Rabu (8/4/2020) di Jalan Rajek Wesi-Klemuk, RT 03/RW 01, Dusun Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu. Tanah lonsgor itu terjadi lantaran air tidak dapat menahan resapan air hujan menyebabkan tanah longsor.

Sehingga menyebabkan material longsor menutup separuh badan jalan di Jalam Raya Rajek Wesi. Akibatnya tebing mengalami longsor dengan dimensi panjang 18 meter, lebar 7 meter dan tinggi 30 meter. 

Sedangkan dua longsor yang terjadi Desa Sumber Brantas terjadi di Dusun Lemah Putih dan Dusun Krajan Minggu (5/4/2020). Longsor terjadi akibat adanya pergeseran tanah pada saat hujan. 

Tanah longsor di Dusun Krajan memiliki ketinggian 3,5 meter, panjang 9 meter dan lebar 1 meter. Sedangkan longsor di Dusun Lemah Putih memiliki panjang 10 meter dan tinggi 10 meter.