Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata (Hendra Saputra)
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata (Hendra Saputra)

Polresta Malang Kota akan terus melakukan patroli mengingat di masa pandemi Covid-19 dan bulan Ramadan ini, 'Bhumi Arema' bisa dikatakan masih rawan akan tindak kriminal.

Ditangkapnya 62 pemuda yang melakukan balap liar membuat Polresta Malang Kota terus semangat dalam menjaga Kota Malang menjadi minim tindak kriminal.

Hal itu karena menurut Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata, meski balap liar dilakukan oleh pemuda tapi diindikasikan ada taruhan yang dilakukan.

Maka dari itu, pihaknya akan intensif melakukan operasi atau razia di berbagai daerah di Kota Malang. Selain itu, Kombes Pol Leonardus Simarmata juga menganggap hal ini adalah sebuah latihan jika Malang Raya nantinya benar-benar menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Kami akan terus lakukan upaya seperti ini, apalagi nanti kalau PSBB Sementara ini kan masih semi PSBB," ujar Leonardus Simarmata.

Sementara itu, disinggung mengenai praktik judi yang diindikasikan ada di balap liar itu, Leonardus Simarmata mengaku pihaknya masih akan menelusuri lebih lanjut. Karena dalam pemeriksaan yang sudah dilakukan pagi tadi, belum ditemukan barang bukti apapun terkait judi atau taruhan.

"Kalau memang ada yang berjudi pasti kami proses, cuma kami harus temukan dulu barang buktinya," tegasnya.

Sebagai pengingat, 62 pemuda balap liar yang ditangkap pagi hari tadi di Jalan Raya Kembar Gadang sudah diberikan sanksi yakni penilangan kepada sepeda motor yang digunakan untuk balapan. Setelah itu mereka dipulangkan, namun sepeda motor tetap ditahan di halaman Mapolresta Malang Kota.