Logo Arema FC (istimewa)
Logo Arema FC (istimewa)

Masa pandemi Covid-19 membuat Arema FC menentukan sikap terkait kelanjutan kompetisi Liga 1 2020. Melihat situasi dan kondisi yang belum menunjukkan perkembangan, manajemen Singo Edan berharap kompetisi sepak bola tertinggi di tanah air itu bisa dihentikan dan mulai memikirkan untuk kompetisi baru di tahun 2021 nanti.

Covid-19 memang membuat sejumlah kegiatan olahraga terhenti total karena bahaya penyebarannya jika terus digulirkan. Namun ada sisi dimana para pelaku sepak bola harus menerima kenyataan bahwa gaji mereka juga harus dipotong akibat pekerjaan mereka sebagai pesepakbola profesional terhenti.

Selain pesepakbola, juga ada beberapa pekerja dimana mereka mengais keuntungan dari hasil digulirkannya kompetisi. Tapi saat ini harus menerima konsekuensi seperti halnya pedagang asongan, tukang parkir, penjual atribut, warung makan di area stadion hingga para pencari botol bekas setelah pertandingan digelar.

Akan tetapi sebagian orang menyebut bahwa keselamatan memang jauh lebih penting dari segala aspek. Tapi sebagian orang juga menganggap bahwa perputaran roda ekonomi juga berpengaruh kepada kesehatan.

Arema FC sendiri saat ini melihat dari aspek keberlangsungan hidup klub, dimana tidak ada pemasukan apapun selain hasil penjualan jersey dan dukungan sponsor yang hingga sekarang memutuskan untuk tetap bersama Singo Edan.

Oleh karena itu, manajemen Arema FC melalui media officer Sudarmaji mengatakan, bahwa pihaknya mendorong kompetisi untuk dihentikan dan memikirkan menggelar kompetisi baru yang juga ada usulan pada September 2020 mendatang.

"Arema FC mengambil sikap agar dimulai kompetisi baru, (sementara) untuk musim kompetisi ini diputuskan untuk berhenti," ungkap Sudarmaji saat live di akun Instagram resmi Arema FC, Sabtu (9/5/2020) malam.

Diakui Sudarmaji, bahwa keputusan itu sudah dipikirkan dari berbagai sisi. Mulai jika kompetisi dimulai lagi atau jika kompetisi dihentikan. Namun tetap saja, pihak Singo Edan berharap akan ada rapat umum pemegang saham (RUPS) sehingga melahirkan keputusan.

"Tentunya jika ada keputusan (baru), nantinya harus melalui RUPS," kata Sudarmaji. 

Hal itu mengingat saat ini kompetisi diputuskan oleh PSSI dan masih sebatas sementara dihentikan. Namun federasi sepak bola tertinggi di Indonesia itu juga masih menunggu keputusan dari pemerintah terkait status dari Covid-19, apakah akan ada perpanjangan masa darurat atu tidak.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali juga sudah mengatakan bahwa saat ini prestasi sebuah klub olahraga atau prestasi atlet bukan segalanya di tengah pandemi Covid-19.

"Keputusan kami mengikuti yang sudah ditetapkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Kegiatan olahraga profesional, seperti liga sepak bola, IBL (basket), dan Proliga (voli) bisa menghadirkan ribuan sampai puluhan ribu penonton. Mereka berdesakan dan sangat rawan penularan virus corona. Kami sepakat semua kegiatan yang menghadirkan orang banyak dihentikan sementara,” tutur Zainudin Amali dalam konferensi pers pada Sabtu (9/5/2020) dikutip dari Kumparan.