Ilustrasi bicara keras (Foto:  Women's Web)
Ilustrasi bicara keras (Foto: Women's Web)

Sebuah temuan baru untuk mengatasi virus Covid-19 dirilis oleh para peneliti di Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal di Maryland, Amerika Serikat (AS).  

Dari hasil temuan itu, mereka mengatakan jika dengan berbicara keras bisa melepaskan ribuan tetes droplet yang mengandung virus Covid-19 per detik.  

Berbicara dengan suara keras bisa membuat virus Covid-19 tetap hidup di udara lebih lama yang diperkirakan. 

Artinya, risiko penyebaran virus melalui droplet tidak hanya saat carier batuk atau bersin, melainkan juga saat berbicara dengan lantang.

Dilansir melalui The Sun, penelitian di Amerika Sikat mengklaim jika orang yang positif atau carier Covid-19 bisa melepas ribuan tetesan droplet saat bicara. 

Hal itu membuat virus tetap di udara hingga 14 menit.  

Temuan tersebut terbit melalui Prosiding National Academy of Sciences.  

Bagian dari penelitian itu, seseorang difilmkan dan mengatakan 'tetap sehat' selama 25 detik di ruangan tertutup.  

Lalu, lokasi tersebut kembali difilmkan selama 80 menit untuk menganalisa berapa banyak partikel yang tersisa di udara.  

Hasil penelitian itu lantas dipelajari oleh para peneliti di Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal di Maryland.  

Hasilnya menunjukkan jika bicara dengan suara lantang bisa melepas ribuan tetesan cairan per detik.  

Hal itu tentunya menunjukkan jika Covid-19 bisa menyebar melalui percakapan normal.  

"Pengamatan ini mengonfirmasi bahwa ada kemungkinan besar bahwa berbicara normal, menyebabkan penularan virus melalui udara di lingkungan terbatas," kata para penulis.  

Lebih lanjut, peneliti menjelaskan jika virus melalui pernapasan bisa menular dari hasil batuk atau bersin. 

"Sudah lama diakui bahwa virus pernapasan dapat ditularkan melalui tetesan yang dihasilkan oleh batuk atau bersin. Kurang diketahui secara luas bahwa berbicara normal menghasilkan ribuan tetesan cairan oral dengan distribusi ukuran luas," lanjutnya.