Ilustrasi nanas. (Foto: bibitbunga.com)
Ilustrasi nanas. (Foto: bibitbunga.com)

Pandemi covid-19 telah mengubah tatanan masyarakat dunia. Hampir semua negara mengimbau masyarakat di rumah saja untuk mencegah penyebaran virus ini. Tak terkecuali di Indonesia.

 Tetapi, sudah berbulan-bulan lamanya wabah di Indonesia tak kunjung mereda. Padahal, kondisi perekonomian sudah semakin memburuk. 

Baca Juga : Hasil Rapid Test Ulang Dua Karyawan Golden Swalayan Dinyatakan Non Reaktif

 

Hal ini membuat pemerintah mengumumkan skenario "The New Normal" baru-baru ini. Mereka yang berusia di bawah 45 tahun diizinkan untuk kembali beraktivitas di luar rumah. Sekolah juga diproyeksikan dibuka kembali pada Juli mendatang.

Di sisi lain, virus corona masih tersebar luas, penularan berlangsung dengan mudah dan cepat, vaksin belum juga ditemukan, dan tenaga kesehatan masih terus berperang. Kita membutuhkan solusi lain untuk bertahan di tengah pandemi ini.

Akademisi Kota Malang dari Universitas Brawijaya (UB) Prof Dr Ir Muhammad Bisri MS memperkenalkan obat herbal bernama Strovit dan Ifalmin sebagai salah satu senjata untuk melawan covid-19 kepada MalangTIMES belum lama ini.

Bertempat di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang, mustasyar Nahdlatul Ulama (NU) ini mengadakan pertemuan khusus untuk berdiskusi dalam rangka untuk mencari jalan keluar dalam penanganan covid-19 bersama dengan Satgas Covid-19 NU Malang Raya, Ketua PC NU Kota Malang Dr Isroqunnajah MAg, akademisi dan peneliti dari UB Prof Sutiman Bambang Sumitro MS DSc, dan media online MalangTIMES.

Prof Bisri menyampaikan bahwa produk tersebut merupakan temuan dari Dr Mansur Ibrahim SSi MKes. Kepada media ini, dosen Universitas Megarezky dan Universitas Panca Sakti Makassar ini menjelaskan bahwa Strovit memang dikhususkan untuk mengatasi masalah penurunan imun dan inflamasi. Di dalamnya terdapat bahan aktif ekstrak bonggol buah nanas dan jinten hitam (habbatussauda).

Kata Mansur, dalam bonggol nanas terdapat bioaktif bernama enzim bromelain. Lantas, apa aplikasinya terhadap virus?

"Itu menghambat. Jadi sebagai inhibitor enzim. Menghambat aktivitas enzim protease yang dibutuhkan oleh replikasi virus untuk berkembang," sambungnya, Rabu (20/5/2020).

Nah, Tuhan sudah menciptakan enzim ini pada buah pepaya dan nanas. Dengan adanya kandungan ini maka perkembangan biakan virus dapat dihambat.

Untuk diketahui, virus berkembang pada sel inang dalam makhluk hidup. Mengapa dalam makhluk hidup? Sebab makhluk hidup memiliki enzim, jadi ada protein sebagai logistik untuk berkembang biak.

Fungsi dari bromelain tersebut yakni menghambat pertumbuhan protein yang dibutuhkan untuk perkembangan sel virus ini sehingga pertumbuhannya terhambat hingga akhirnya lisis.

"Kita tahu invasi virus di covid-19 adalah menyerang sel-sel paru, saluran napas, sehingga keluar mukus atau lendir. Bromelain ini juga bersifat mukolitik, membantu mengencerkan," imbuhnya.

Baca Juga : Ditutup 2 Minggu, Puskemas Simo Dibuka Lagi

 

Selama ini, penyebab kematian seseorang yang terkena covid-19 adalah karena sulitnya mengeluarkan lendir ini karena kental. Menggunakan alat ventilator pun setengah mati karena kekentalannya.

Mansur menjelaskan, adanya cairan kental ini karena terdapat serangan yang bertubi-tubi yang datang ke sel paru sehingga paru-paru perlu mengeluarkan suatu reaksi perlawanan. Perlawanan itu berbentuk mukus lendir. Lantaran oversekresi, yang terjadi adalah menyumbat saluran napas dan pada akhirnya menyebabkan kematian.

Kandungan yang kedua dalam Strovit adalah jinten hitam atau habbatussauda. Dalam kacamata Islam, habbatussauda dapat mengobati segala penyakit, kecuali kematian.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Gunakanlah al habbatussauda’, karena di dalamnya terdapat obat untuk segala macam penyakit kecuali as sam (maut).” (shahih Bukhori dan Muslim).

"Di dalamnya ada senyawa namanya thymoquinone. Senyawa ini bersifat juga sebagai antivirus. Makanya saya gabungkan karena memiliki efek potensiasi," ungkapnya.

Penjelasan mengenai Ifalmin akan menyusul di artikel berikutnya dalam lapsus Saatnya Berdampingan dengan covid-19 hanya di MalangTIMES.