Salat Jumat (Foto: tempo.co)
Salat Jumat (Foto: tempo.co)

Di tengah pandemi Covid-19, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar salat Jumat dilaksanakan secara bergelombang atau bergilir.  

Permintaan itu disampaikan oleh Sekretaris MUI, Anwar Abbas.  Hal ini didasarkan masjid di beberapa wilayah memang hingga kini masih belum dibuka karena adanya virus Covid-19.  

Baca Juga : Idul Fitri Dimaknai Kembali ke Fitrah, Apa Maksudnya?

Seperti diketahui, sejak munculnya Covid-19, ibadah salat Jumat di beberapa wilayah ditiadakan. MUI memang mengimbau agar masyarakat melakukan salat di rumah demi memutus rantai penyebaran Covid-19. Usulan itu, disampaikan Anwar pada Komisi Fatwa MUI.  

"Saya akan menyampaikan ke Komisi Fatwa untuk mempelajari kemungkinan pelaksanaan salat Jumat di tengah wabah covid-19 dilakukan secara bergelombang," ujar Anwar melalui keterangan tertulis yang dikutip dari CNN Indonesia. 

Pelaksanaan salat Jumat bergelombang ini nantinya akan bisa dibagi misal, gelombang pertama pukul 12.00 WIB lalu gelombang kedua pukul 13.00 WIB dan selanjutnya pukul 14.00 WIB. 

Dengan cara itu, Anwar menilai akan efektif dalam melaksanakan salat Jumat. Namun tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan untuk tetap menjaga jarak.

Baca Juga : Ahli dari UIN Malang Beberkan Makna Mukjizat dalam Perspektif Barat

Selain itu, Anwar juga mengusulkan untuk memperbanyak tempat pelaksanaan salat Jumat. Hal itu bisa dilakukan dengan cara mengubah ruangan sebagai tempat untuk melaksanakan salat. 

"Di hari Jumat biasa saja, masjid yang ada sudah tidak muat. Apalagi kalau jarak antara jamaah yang satu dengan lainnya minimal berjarak satu meter tentu hal ini tidak mungkin dan jelas akan sangat menyusahkan para jemaah," ungkapnya.