Plt Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara saat menjelaskan potensi penurunan penghasilan PAD akibat pandemi covid-19
Plt Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara saat menjelaskan potensi penurunan penghasilan PAD akibat pandemi covid-19

Ujian berat menanti Plt (Pelaksana tugas) Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara. Bagaimana tidak, meski baru menjabat dalam kurun waktu hitungan hari, namun sudah ada banyak pekerjaan rumah yang harus segera dipenuhi.

Salah satunya adalah perihal mendongkrak penghasilan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Malang. ”Kalau melihat kondisi saat ini yang sejak bulan Maret (2020) lalu angka (penghasilan PAD) terus menurun. Kemungkinan targetnya hanya bisa terpenuhi sekitar 50 persen,” ucap Made Arya.

Baca Juga : Maksimalkan Keterbukaan, Bappeda Kota Malang Terus Sempurnakan Inovasi Layanan Terpadu

Target PAD yang hanya kesampaian 50 persen tersebut, sejatinya sama dengan prediksi yang disampaikan oleh Kepala Bapenda terdahulu. Dimana sebelum purna tugas, Dr Purnadi memang menganalisa jika target PAD Kabupaten Malang kemungkinan hanya terealisasi 50 persen.

”Kemungkinan itu (penghasilan PAD yang hanya terpenuhi 50 persen) terjadi karena adanya pandemi covid-19,” keluh Made Arya yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang.

Sebagai informasi, sejak adanya pandemi Covid-19 PAD Kabupaten Malang ditarget memperoleh Rp 715,9 miliar. Namun sekitar 1 bulan setelah kasus Covid-19 ditemukan di Kabupaten Malang, yakni pada bulan April 2020 target ratusan miliar tersebut hanya terealisasi sekitar 23 persen saja.

”Dari data yang kami himpun, sebulan setelah adanya pandemi covid-19 target PAD di bulan April (2020) hanya memperoleh penghasilan Rp 166,1 miliar,” ucapnya.

Hasil Rp 166,1 miliar tersebut, lanjut Made Arya, turut disokong dari penghasilan Pajak Daerah, Retribusi, hingga pendapatan lain-lain yang sah. ”Dari sektor penghasilan PAD tersebut, target pajak daerah terpantau lebih banyak yang terealisasi dibanding retribusi,” jelasnya.

Baca Juga : New Normal, ASN Pemkot Malang WFO-WFH dengan Pantauan Ketat

Dijelaskan olehnya, dari data sementara yang dihimpun Bapenda Kabupaten Malang, Pajak Daerah tahun 2020 ditarget Rp 286,4 miliar. Dari jumlah tersebut, targetnya sudah tercapai hingga lebih dari 26 persen pada akhir bulan April 2020 lalu.

”Dalam kurun waktu 4 bulan (Januari hingga April) pajak daerah meraup penghasilan Rp 75,2 miliar,” ujar Made sembari mengatakan jika hingga bulan Agustus belum ada tanda-tanda Covid-19 bakal berakhir, maka pihaknya bakal berkoordinasi dengan anggota dewan Kabupaten Malang.