Nyamuk Aedes Aegepty. (Foto: Aetra)
Nyamuk Aedes Aegepty. (Foto: Aetra)

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko minta kewaspadaan warganya tidak hanya pada Covid-19, namun juga Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal itu dikarenakan pada pertengahan bulan Juni kasus mencapai 50 orang. Untuk itu, Dewanti meminta warganya agar menjaga lingkungan sekitar agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti. 

Sebagai upaya mengantisipasi Dinas kesehatan Kota Batu telah menyiapkan abate yang tersebar di lima puskesmas di Kota Batu. Abate itu bisa diambil secara cuma-cuma alias gratis. 

Baca Juga : Jokowi Minta Kasus Covid-19 di Jatim Turun dalam 2 Pekan, Wali Kota Risma Bereaksi

Abate itu disiapkan Dinas Kesehatan Kota Batu sebanyak 200 kilogram. Obat itu bisa digunakan pada bak yang terdapat air, kolam, dan sebagainya. 

“Saya meminta warga Kota Batu selain waspada pada virus Corona, juga DB dan DBD karena sudah banyak yang terdampak,” ungkap Dewanti. 

“DBD dan DD yang di depan mata kita juga. Jadi kita harus menjaga kebersihan di lingkungan sekitar, jangan ada lagi yang terdampak,” imbuhnya.  

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Kartika Trisulandari menambahkan, warga yang terdampak DD maupun DBD setiap tahunnya mengalami penurunan hingga stabil. Namun pada tahun ini memang mengalami kenaikan yang signifikan. 

Baca Juga : Kasus Covid-19 Melonjak, Dinkes Kota Malang Pastikan Jumlah Nakes Masih Aman

Ia pun meminta jika mengetahui sanak saudara mengalami demam agar tanggap untuk segera memeriksakan di puskesmas atau rumah sakit terdekat.  

“Selain untuk segera memeriksakan ke dokter jika demam, masyarakat juga harus melakukan 3M yakni menguras, menutup dan mengubur sampah yang berpotensi menimbulkan genangan air. Karena itu akan menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti,” jelas Kartika.